APAR (Alat Pemadam Api Ringan): Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Perawatannya

PT. Hasil Rakyat Pribumi Indonesia  > Uncategorized >  APAR (Alat Pemadam Api Ringan): Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Perawatannya

APAR (Alat Pemadam Api Ringan): Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Perawatannya

0 Comments
APAR

Apa Itu APAR?

APAR merupakan singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan, yaitu peralatan keselamatan yang dirancang untuk memadamkan kebakaran kecil pada tahap awal sebelum api membesar. APAR biasanya digunakan di gedung perkantoran, rumah, pabrik, kendaraan, hingga area publik.

Secara umum, APAR berfungsi sebagai garis pertahanan pertama dalam menghadapi kebakaran. Dengan penggunaan yang cepat dan tepat, kerugian besar akibat kebakaran dapat dicegah.


Sejarah Singkat APAR

Teknologi pemadam api sudah ada sejak abad ke-18. APAR modern pertama kali ditemukan oleh George William Manby pada tahun 1818 di Inggris. Ia menciptakan “Extincteur” — tabung berisi air karbonat bertekanan yang bisa menyemprotkan cairan pemadam ke sumber api.

Seiring waktu, teknologi berkembang dengan munculnya berbagai media pemadam, seperti CO₂, Dry Chemical Powder, Foam, dan Halotron. Saat ini, APAR menjadi perlengkapan wajib keselamatan kerja sesuai dengan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Indonesia.


Fungsi dan Kegunaan APAR

Tujuan utama APAR adalah memadamkan api secara cepat dan efektif. Berikut beberapa fungsi pentingnya:

  1. 🔥 Menghentikan api pada tahap awal agar tidak menyebar luas.
  2. 🏢 Melindungi aset dan bangunan dari kerusakan besar akibat kebakaran.
  3. 👷 Menjamin keselamatan pekerja di area industri atau perkantoran.
  4. 🚒 Mendukung sistem proteksi kebakaran aktif sebelum petugas pemadam tiba.

Jenis-Jenis APAR dan Media Pemadamnya

Berikut penjelasan lengkap jenis-jenis APAR berdasarkan media pemadam dan fungsi penggunaannya:

1. APAR Powder (Dry Chemical Powder)

  • Media: bubuk kimia kering (monoammonium phosphate).
  • Cocok untuk: kebakaran kelas A (padat), B (cair), dan C (gas).
  • Kelebihan: multifungsi dan paling umum digunakan di berbagai lingkungan.
  • Kekurangan: meninggalkan residu debu yang perlu dibersihkan.

2. APAR CO₂ (Karbon Dioksida)

  • Media: gas karbon dioksida bertekanan tinggi.
  • Cocok untuk: kebakaran listrik dan elektronik.
  • Kelebihan: tidak meninggalkan bekas atau residu.
  • Kekurangan: tidak cocok untuk area terbuka karena mudah menguap.

3. APAR Foam (Busa)

  • Media: busa yang menutupi permukaan cairan.
  • Cocok untuk: kebakaran bahan bakar cair seperti bensin dan minyak.
  • Kelebihan: menutup permukaan api agar oksigen tidak masuk.
  • Kekurangan: tidak cocok untuk kebakaran listrik.

4. APAR Liquid Gas (Clean Agent / Halotron)

  • Media: gas ramah lingkungan pengganti Halon.
  • Cocok untuk: peralatan komputer, laboratorium, dan ruang server.
  • Kelebihan: bersih, tidak korosif, aman untuk alat elektronik.
  • Kekurangan: harga relatif lebih mahal.

5. APAR Water (Air Tekan)

  • Media: air bertekanan tinggi.
  • Cocok untuk: kebakaran bahan padat seperti kayu, kertas, kain.
  • Kelebihan: efektif untuk kebakaran kelas A.
  • Kekurangan: tidak boleh digunakan untuk listrik atau minyak.

Klasifikasi Kebakaran dan Jenis APAR yang Tepat

Kelas KebakaranSumber ApiJenis APAR yang Tepat
Kelas ABahan padat (kayu, kertas, kain)Water, Foam, Powder
Kelas BBahan cair (bensin, oli, cat)Foam, Powder
Kelas CBahan gas (LPG, asetilena)Powder
Kelas DLogam mudah terbakarPowder khusus logam
Kelas EListrik / elektronikCO₂, Halotron

Cara Menggunakan APAR (Metode PASS)

Gunakan teknik PASS (Pull – Aim – Squeeze – Sweep):

  1. Pull – Tarik pin pengaman.
  2. Aim – Arahkan nozzle ke sumber api.
  3. Squeeze – Tekan tuas untuk mengeluarkan media pemadam.
  4. Sweep – Ayunkan semburan ke kanan dan kiri hingga api padam.

⚠️ Tips: Pastikan berdiri sekitar 2–3 meter dari sumber api dan jangan melawan arah angin.


Cara Perawatan dan Pemeriksaan APAR

Agar selalu siap pakai, APAR perlu dirawat dan diperiksa secara berkala:

  1. Pemeriksaan bulanan:
    • Cek tekanan pada manometer (jarum harus di zona hijau).
    • Pastikan segel dan pin tidak rusak.
    • Cek kondisi tabung (tidak berkarat atau bocor).
  2. Perawatan tahunan:
    • Refill atau isi ulang APAR setelah digunakan atau setiap 1 tahun.
    • Cek tanggal kadaluarsa media.
    • Lakukan hydrotest tabung setiap 5 tahun.

👉 Layanan Refill & Servis APAR tersedia di PT Harapin
Hubungi kami di 📞 WhatsApp: +62 895-2868-5028
atau 📧 Email: admin@harapin.com untuk layanan pengisian, servis, dan pengadaan APAR baru di seluruh Indonesia.


Cara Mendapatkan APAR Berkualitas

Anda bisa mendapatkan berbagai jenis APAR (CO₂, Powder, Foam, Halotron, Water) langsung dari PT Harapin, penyedia peralatan pemadam dan keselamatan kerja terpercaya.
Kami melayani:

  • Penjualan tabung APAR berbagai ukuran (1 kg, 3 kg, 6 kg, 9 kg, 12 kg, dan 50 kg).
  • Isi ulang (refill) APAR semua merek.
  • Servis dan inspeksi rutin APAR.
  • Konsultasi pemilihan APAR sesuai kebutuhan gedung dan industri.

📞 Hubungi sekarang: +62 895-2868-5028
📧 Email: admin@harapin.com
🌐 Website: www.harapin.com


Standar dan Regulasi Penggunaan APAR

Menurut Permenakertrans No. PER.04/MEN/1980 dan SNI 03-3985-2000, setiap bangunan atau tempat kerja wajib memiliki APAR dengan jumlah dan jenis yang sesuai dengan potensi bahaya kebakaran di lokasi tersebut.
Penempatan APAR harus:

  • Mudah dijangkau (jarak maksimal 15 meter).
  • Dipasang pada ketinggian 125–150 cm dari lantai.
  • Dilengkapi label petunjuk penggunaan.

Kesimpulan

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah perangkat vital dalam sistem keselamatan kebakaran. Dengan memahami pengertian, jenis, fungsi, dan cara penggunaannya, setiap individu maupun perusahaan dapat mencegah kerugian besar akibat kebakaran.

Jangan tunggu sampai terjadi kebakaran — pastikan setiap area kerja dan rumah memiliki APAR yang siap digunakan!

Untuk pembelian, refill, atau perawatan APAR, hubungi kami:
📞 WhatsApp: +62 895-2868-5028
📧 Email: admin@harapin.com
🌐 Website: www.harapin.com